.png)
LPM UIN Ar-Raniry Rekrut 140 Auditor untuk AMI 2026
Pembekalan berlangsung di Aula Lantai 3 UIN Ar-Raniry, Kamis, (22/10/2026) dengan melibatkan auditor baru dan auditor yang pernah bertugas pada siklus sebelumnya.
Ketua LPM UIN Ar-Raniry, Abdul Jalil Salam membuka kegiatan dengan memaparkan peran auditor dalam memastikan program studi menjalankan standar mutu perguruan tinggi.
Audit, menurut dia, juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan kampus.
Persiapan AMI tahun ini telah dilakukan LPM sejak beberapa pekan sebelumnya. Tahapannya meliputi penetapan jadwal, rekrutmen auditor baru, pendataan ulang auditor lama, serta penyusunan instrumen penilaian. Data auditor yang diperbarui mencakup Nomor Induk Registrasi Auditor (NIRA), gelar akademik, dan program studi asal.
LPM menggunakan dua instrumen, yakni Lembar Kinerja (LK) dan Evaluasi Diri (ED). Keduanya dilengkapi matriks penilaian yang memuat kategori, bobot, target, dan rubrik untuk setiap butir.
Untuk menjaga independensi, setiap program studi akan diperiksa oleh dua auditor, dengan komposisi auditor lama dan baru. Penugasan mempertimbangkan kesesuaian bidang keilmuan. Auditor juga tidak boleh berasal dari program studi atau fakultas yang sama dengan unit yang diaudit.
“Untuk menjaga independensi dan objektivitas, setiap program studi akan diaudit oleh dua auditor dengan komposisi auditor lama dan baru. Penempatan auditor mempertimbangkan kedekatan bidang keilmuan serta menghindari penugasan auditor dari program studi maupun fakultas yang sama dengan unit yang diaudit,” kata Jalil.
Seluruh peserta diwajibkan menyerahkan formulir kesediaan menjadi auditor dan menandatangani pakta integritas. Mereka berkomitmen bekerja secara jujur dan objektif, menjaga independensi, serta merahasiakan data program studi yang diaudit.
LPM juga mengadakan pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta sebelum dan sesudah pembekalan. Hasil tes menjadi salah satu bahan evaluasi kesiapan auditor menghadapi proses audit.
Materi pembekalan mencakup kebijakan penjaminan mutu, standar SPMI, instrumen audit, dan teknik merumuskan temuan di sampaikan Sekretaris LPM Saiful.
Dalam pemaparan materinya, ia menjelaskan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) UIN Ar-Raniry 2025 serta kaitannya dengan butir-butir yang akan diperiksa auditor.
Adapun Koordinator Pusat Audit dan Pengendalian Mutu LPM Sri Nengsih membahas matriks penilaian, cara menilai isian program studi, serta penyusunan temuan audit.
Pembahasan ini menjadi acuan agar auditor menggunakan dasar penilaian yang sama.
AMI 2026 merupakan siklus kedua di UIN Ar-Raniry yang menggunakan aplikasi SPMI SEVIMA.
Instrumennya mengacu pada Standar SPMI UIN Ar-Raniry 2025 dan mencakup Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), serta kesiapan akreditasi program studi.
Dalam sesi praktik, tim SEVIMA bergabung secara daring untuk memperagakan penggunaan aplikasi. Auditor mempelajari proses menelaah isian program studi, memberikan skor, dan mencatat temuan. Peserta juga mendiskusikan persoalan teknis penilaian dan penggunaan sistem.
LPM menjadwalkan pengisian instrumen oleh program studi pada 26 Oktober–8 November 2026. Auditor kemudian melakukan desk evaluation mulai 9 November, sebelum melanjutkan audit lapangan pada 12–18 November 2026.
Hasil audit nantinya menjadi bahan evaluasi bagi program studi untuk melihat ketercapaian standar, mengidentifikasi kekurangan, dan menentukan langkah perbaikan. [ ]
